Saturday, August 18, 2018
Wednesday, August 1, 2018
Personal Experience : Perjalananku dalam Berusaha Memutihkan Kulit
HAAIIII SEMUAA....
Postingan pertama di bulan Agustus ini sedikit berbeda dari sebelumnya, karena aku kali ini tidak mereview sebuah produk melainkan sharing pengalamanku dalam memutihkan kulit. Bukan, ini bukan DIY atau beauty hack tentang cara bagaimana kulitku menjadi putih permanen, tetapi lebih ke arah sharing perjalananku selama ini dalam memutihkan kulitku. Interested? Then keep on reading!.
Oke, pertama you must know kalau aku adalah keturunan jawa dengan kulit sawo matang, alias cokelat. Meskipun ibuku memiliki kulit kuning langsat tapi bapakku memiliki kulit cokelat tua sehingga menghasilkan anaknya kulit cokelat sedang. Jadi seumur hidupku aku tidak pernah memiliki kulit putih ataupun kuning langsat, aku selalu melihat warna kulit cokelat yang sama.
Sebenarnya aku tidak tahu sejak kapan aku ingin memutihkan kulit, tapi masa kanak-kanak dan sekolah aku selalu menyukai manga dan anime, sehingga aku selalu suka melihat karakternya yang berkulit cerah. Saat disekolah aku cuek dengan penampilan sehingga wajah dan kulitku terlihat tambah kusam dan gelap, apalagi dengan selera fashionku yang cupu bahkan untuk seusiaku, yah bisa dibilang aku nerd dan gak gaul di sekolah haha. Banyak teman sekelas sejak SMP dan SMK mengkritisi kulitku yang gelap, apalagi dengan cewek-cewek yang suka merawat diri. Aku ingat dulu pada waktu upacara SMK aku bersebelahan dengan anak sekelasku yang memang suka makeup dan perawatan, dia bilang "Aku seneng kalau berjejer disampingmu, karena kulitku terlihat jauh lebih putih." Belum cukup, dia menjejerkan tanganku dengan tangannya dan berkata lagi "Duhhh kulitmu kok bisa sih gosong banget kayak gitu?" Aku yang cupu dulu tak bisa menjawab, tapi tetep aja komennya membekas sampai sekarang.
Akhirnya sampailah kelas 2 SMK aku mulai mengerti pentingnya merawat tubuhku, dan berusaha memotivasi diriku kalau aku nggak jelek-jelek amat kalau dirawat :p. Akhirnya aku meminta krim malam dan pagi punya ibuku merk Tje Fuk, hasilnya kelihatan sih, tapi teksturnya terlalu think dan kalau keringetan jadi pektay gitu. Suatu hari ibuku memberiku produk Dempo Snow, gambarnya seperi ini :
![]() |
| Courtesy : google |
Dulu aku tidak tahu apapun tentang skincare jadi aku hajar aja pake produk ini sampe habis 2 tab. Perubahannya pesat loh, kulitku jadi jauh lebih putih dan bersinar, tapi ngga sampai licin dan glowing kayak krim pemutih geje. Teman-teman sekelas mengetahui perubahanku dan entah perlakuan mereka padaku jadi lebih baik, sejak itu aku tahu kalau penampilan bisa berpengaruh dengan perlakuan seseorang.
Sampai akhirnya aku tidak dibelikan krim Dempo lagi sama ibuku karena penjualnya pindah (ceritanya yang jual temennya ibuku sendiri), sehingga berangsur-angsur kulitku kembali seperti semula, sampai sekarang aku tidak tahu merk Dempo ini abal atau ngga. Dan tentu, temen-temen sekelas mulai bercanda "Si *namaku* kok jadi item lagi ya? Padahal dulu udah putih loh," "Yah mungkin kebanyakan berjemur dipantai jadi gosong hahaha." Setelah itu mereka mulai nggak peduli sama aku seperti sebelum aku pake krim.
Lanjut, kali ini perjalananku saat lulus dan mulai bekerja. Entah pressurenya semakin kuat atau aku yang sudah nggak tahan sehingga aku memutuskan untuk terobsesi tampak lebih putih. Saat taun 2014 booming makeup Korea macam Etude, Innisfree, Tony Moly, dkk. Aku membeli BB Cream Etude House yang ini :
![]() |
| courtesy google |
Aku pilih shade Honey Beige, dan hasilnya... masih kelihatan putih banget di mukaku, dengan culunnya aku ke kantor pake bb cream doang dan dibilang terlalu tebel bedaknya, mungkin karena aku ga pake alis, lipstick, dll seperti sekarang jadi keliatan pucet banget hahaha. Setelah itu aku mulai pakai alis dan hasilnya nayyy banget, tapi dulu pede banget meskipun diketawain orang kantor, pokoknya taun 2014-2015 itu aku belajaran pake makeup Korea, kalau diinget-inget norak banget hasilnya wkwkwk.
Pada tahun 2015 aku juga mulai mengenal cosplay dan terjun di dalamnya, disitulah aku lagi-lagi dihadapkan pada kenyataan kalau kulit putih lebih preferable daripada kuilt gelap. Tahu sendiri kan fans anime itu kebanyakan laki-laki remaja dengan ekspektasi tinggi bagi para cosplayer anime favoritnya, sehingga kalau cosplayer tersebut kulitnya ga putih pasti ga di notice seperti aku. Gara-gara itu juga stigmaku tentang kulit putih is the best terus menumpuk . Aku sempat ngedown dan benci dengan warna kulitku sendiri, kalau lihat cewek-cewek lain yang mulus dan kulitnya putih itu iri banget, apalagi kalau pas event cosplay banyak yang memuji dan minta foto.
Akhirnya aku beralih ke perawatan sabun pemutih dan kapsul pemutih. Dulu taun 2015-2016 booming produk-produk sabun, lotion, bahkan kapsul pemutih dari Thailand, aku dulu pertama memakai :
![]() |
| courtesy : google |
Yap, Gluta Pure Soap ini sempet ngehits dan menjadi pelopor produk sabun pemutih lain, bahkan ada beberapa blogger yang mereview. Aku mencobanya dan hasilnya badanku malah gatal-gatal dan ada bentol-bentol merah gede, pertama sih maksa, tpi akhirnya aku nyerah dan menyimpulkan sabun ini gak cocok buat aku. Kemudian aku beralih ke Gluta Lapunzel, penampakannya seperti ini :
![]() |
| courtesy google |
Pemakaiannya 1x sehari dan satu box cukup untuk sebulan, harganya dulu mayan mahal sekitar 200rb an, tapi lagi-lagi hasilnya ga seperti yang aku harapkan, badanku kembali bentol-bentol merah dan gateell bangettt, akhirnya aku ga lanjut, malah yang ada kulitku jadi banyak bekas bentol yang susah hilang, hiks.
Terakhir aku pakai merk Thailand adalah pada postinganku yang ini, yaitu sabun Jelly's Pure Soap :
Packagingnya gemesh banget, dan ini faktor utama aku khilaf make huehehe. Tapi tetep aja aku alergi dan aku memutuskan kalau sebenernya ak ga cocok pakai sabun yang ada Glutathionenya, akhirnya aku tidak memakai produk pemutih Thailand lagi.
Nah setelah itu aku entah melihat vlogger-vlogger seperti Rachel Goddard dan Suhay Salim ditambah dengan vlogger luar negeri, dari mereka aku tersadar cantik itu ga harus putih gitu loh. Malah kalau pakai makeup nih vlogger-vlogger terlihat lebih glowing dan eksotis daripada vlogger berkulit putih. Setelah melalui proses batin yang panjang, akhirnya aku made a peace with myself, aku ngga membenci kulit cokelatku lagi, bahkan aku justru embrace it, I'm a Javanese with brown skin and it's ok.
Setelah rangkaian-rangkaian perawatan pemutih itu sebenarnya ada hasilnya sih, kulitku ngga gelap banget kayak dulu, justru malah jadi cokelat muda, tapi dengan bentol-bentol merah diatasnya huhu. Akhirnya aku mulai ke klinik kecantikan untuk facial dan pakai krim klinik (untuk bahasan wajah ini lain postingan ya) sedangkan untuk tubuh aku rajin luluran dan memakai jaket, hand body, sarung tangan, serta kaos kaki kalau keluar rumah, setelah itu aku juga mulai rajin merawat wajah dengan rangkaian skincare dan sunblok, hasilnya tentu aku ngga jadi putih, tapi at least aku ngga gosong kena panas.
Yah beginilah sharingku soal pengalaman memutihkan kulit, aku ngga pernah mencoba pakai DIY masker atau bikin beauty hack soalnya aku udah kapok sama hal yang tidak pasti (cielah) mending aku pakai metode aman meski hasilnya lama, kulitku yang bentol-bentol bekasnya juga mulai sembuh. So I'm actually content with myself.
Saranku buat kalian yang memiliki kulit cokelat atau gelap sepertiku janganlah sedih dan rendah diri, bersyukurlah dengan apa yang Tuhan berikan, lebih baik fokus ke mencerahkan bukan memutihkan, karena cerah itu pasti terlihat segar dan menarik apapun warna kulitnya, sekeras apapun kita yang berkulit gelap tak akan bisa menjadi seputih cewek Korea kecuali kalau kita suntik putih atau skin bleaching.
Thanks udah baca postinganku yang abal ini, maaf kalau isinya ngga sesuai ekspektasi pas lihat judulnya. See you on the next post~
Sunday, July 29, 2018
(REVIEW + COMPARISON) Emina Beauty Bliss BB Cream vs Pixy BB Cream Bright Fix
Halooo semuaaaa....
Di postingan kali ini aku ingin membahas tentang dua BB cream yang menurutku menjadi favorit sejuta umat di Indonesia. Yaitu Emina Beauty Bliss BB Cream dan Pixy BB Cream Bright Fix. Aku sendiri belum pernah mencoba dua bb cream ini dan barusan aja ikutan terjun hype bb cream lokal (sebelumnya aku pakai bb cream Korea), mulai dari Wardah kemudian Pixy, dan Emina. Aku pun berfikir bagaimana kalau bb cream lokal murce ini dibandingkan mana yang lebih bagus? Mau tahu hasilnya, yuk baca terus reviewku.
Harga dari bb cream Emina sekitaran 25-30rb rupiah dengan isi 20ml, aku belinya online. Sedangkan Pixy bb creamnya memiliki harga 25rb saat aku beli, sebenarnya harga promo di Indomaret sedangkan kalau ga promo sekitar 35rb, isinya 30ml. Kalau dari segi price point kurang lebih sebenarnya sama aja sih harganya.
Packaging wise, bb cream Emina dan Pixy sama-sama mengedepankan warna pink dengan desain cukup girly, bedanya Pixy menggunakan background putih sedangkan Emina menggunakan warna pink pucat untuk latar dan pink serta ungu untuk fontnya.
Pertama aku akan membahas reviewnya masing-masing dulu, pertama adalah Emina.
Jujur saat aku membeli Emina ini aku tidak berekspektasi yang terlalu tinggi karena jujur packagingnya kurang menarik menurutku, ngga jelek tapi Emina ini memang desainnya lebih condong buat anak ABG yang butuh makeup dengan harga terjangkau. Klaim produk ini dari tubenya adalah : "Kombinasi pelembab, primer, antioksidan, dan foundation dalam Emina Beauty Bliss BB Cream untuk kulit nampak lebih lembut dan bercahaya."
BB Cream Emina memiliki tutup model flip yang aku kurang suka, karena isi nya mudah tumpah dan bisa dilihat di foto kaau tutupku belepotan terkena BB creamnya yang tumpeh-tumpeh. BB cream ini memiliki 3 shade, diantaranya : Light, Natural, dan Caramel. Sebenarnya yang shade Caramel ini lumayan baru karena dulu cuma ada 2 shade Light dan Natural. Dannnn setelah aku cari info shade mana yang cocok dengan kulitku yang coklat maka jatuhlah pilihanku ke shade Caramel.
Pertamanya aku agak takut karena shade Caramel terlihat coklat banget kalau di swatch di tangan, tapi ternyata kalau aku pakai di wajah shadenya menyatu banget! BB Cream ini juga mudah diratakan karena teksturnya yang liquidy dan cepat menyerap, hasilnya lebih ke semi matte dan tidak terasa berat di wajah, pokoknya tidak seperti memakai bb cream. Untuk ketahanan Emina Beauty Bliss ini memiliki ketahanan standar yaitu sekitar 2 hidungku sudah mulai berminyak dan 4-5 jam bb cream ini mulai menghilang. Sayangnya untuk coverage si Emina ini biasa aja bahkan cenderung agak sheer untuk menutupi noda bekas jerawat atau jerawat yang lagi memerah. Hal minus lain dari produk ini adalah gampang geser dan kalau wajah dilap pakai tisu bakalan ikut ke tisunya, jadi kalau pakai bb cream ini mending ngga pegang-pegang wajah dulu deh.
Nah sekarang aku akan beralih ke Pixy BB Cream.
Pixy BB Cream Bright fix ini sebenarnya sudah lama aku incer. Aku sendiri pertama penasaran dengan produk ini karena banyak banget yang hype dan bilang bagus banget, akhirnya pas ada diskon di Indomaret aku beli bb cream ini, sayangnya, shade yang paling tua yaitu Beige kosong, hanya ada shade Cream, akhirnya terpaksa aku beli yang Cream.
Model tutup Pixy berbeda dengan Emina, tutupnya model ulir seperti gambar di atas. Model tutup seperti ini ada plus minusnya, plusnya ngga mudah beleber atau bocor, tapi minusnya tutupnya bisa jatoh dan ilang. Berikut ini adalah hasil swatch di tanganku :
Bisa dilihat kalau shade Cream ini keputihan banget di aku, shadenya mirip sama shade Korea no.13! Putih pucat banget berbeda dengan shade Caramel dari Emina tadi. Aku sudah membayangkan hasilnya di muka pastilah terlihat beda banget dengan leher huhuhu. Berikut adalah hasilnya setelah aku coba blend :
Terlihat bagian atas yang Emina lebih menyatu dengan kulitku sedangkan yang Pixy membuat kulitku lebih putih, ini bukan salah produknya sih tapi karena ya itu shadenya yang paling tua ga ada. Tekstur dari Pixy ini lebih ke arah creamy dan lebih susah diratakan daripada Emina, jadi aku sarankan kalau pakai BB Cream Pixy ini menggunakan brush atau beauty blender.
Saat diaplikasikan di wajah benar sekali kalau wajahku jauh lebih putih dari sebelumnya, akhirnya aku set pakai bedak yang shadenya beige sehingga lebih menyatu dengan warna kulitku yang asli. BB cream ini agak berat dan terasa banget lagi pakai makeup kalau dipake, tetapi ketahanannya bagus banget! 5-6 jam wajahku masih terlihat segar meskipun wajahku yang berminyak sudah mulai menampakkan shine dan di bagian hidung berminyak sekali, tapi tinggal tap pake tisu wajah sudah kelihatan seger. Coveragenya medium to full dan mampu menutupi bekas jerawat, jerawat, mata panda, dan ketidaksempurnaan lain di wajah. Oh ya, produk ini meskipun dilap pakai tisu tidak terlalu menempel, jadi cuma dikit aja gesernya.
Overall Emina : 3,5
Overall Pixy : 4
Repurchase? Ya untuk dua-duanya.
Menurutku kedua produk sama-sama baik dan memiliki kelebihan berbeda, kalau yang Emina lebih cocok untuk digunakan daily dan ke acara yang ngga butuh coverage terlalu banyak dan tidak digunakan terlalu lama. Sedangkan Pixy lebih cocok digunakan untuk acara yang butuh coverage bagus dan juga cocok digunakan berlama-lama (contoh buat kerja). Jadiii kalau aku sih bakal repurchase dua-duanya untuk kebutuhan yang berbeda, tapi kalau cuma bisa beli satu aku bakal lebih milih Pixy karena oil controlnya yang lebih bagus.
Thanks for sticking up with my review, comment, react, or share below so I'll know what you think! See you in the next post~
Tuesday, July 17, 2018
(REVIEW) Wardah Everyday Cheek and Liptint
HAII SEMUUAA!!
Kembali lagi dengan aku di postingan blog berikutnya, kali ini aku mau mereview lip tint yang bikin aku merubah pandanganku tentang lip tint, yaitu Wardah Everyday Cheek and Liptint. Yuk langsung aja baca terus pendapatku tentang produk ini!
Beberapa bulan lalu, sister brand Wardah, Emina telah mengeluarkan lip tintnya dan belum aku coba, karena aku kurang tertarik sama lip tint sebenernya. Tapi saat lip tint ini keluar aku langsung kepo karena heboh banget dan katanya bagus, cukup skeptis awalnya, karena aku memiliki bibir hitam dan selama ini aku coba lip tint Korea ga pernah ada yang bisa nutupin garis hitam bibirku,, jadi aku iseng aja beli produk ini, harganya cukup murah, aku beli sekitar 35rb an dan akhirnya beli ketiga variannya.
Packaging lip tint ini cukup imut, dengan warna dasar dus putih dan visual lip tint sesuai dengan shadenya kelihatan catchy. Tubenya sendiri cukup kecil, pada bagian aplikator berwarna putih dan bagian badan tube memiliki warna sesuai dengan shadenya sehingga aku nggak bingung lagi ini shade apa, itu shade apa. Di bagian depan terdapat nama produk dan di sisi lain ada logonya wardah, yang aku suka adalah tubenya bersifat doff, jadi kesannya lip tint ini ngga murah tapi tetep cute.
Pada bagian bawah tube terdapat stiker bening dengan keterangan shade, sayangnya stikernya ini tulisannya terlalu kecil jadi susah buat difoto dan dibaca.
Aplikator Wardah Everyday Cheek and Liptint ini pendek dengan ujung doe foot yang gede mirip dengan lip cream Jordana, aplikator model begini sejak dulu merupakan favoritku karena dapat menjangkau cupid's bow.
Aroma dari Wardah Everyday Cheek and Liptint ini fruity dan cukup kencang, mengingatkanku dengan baunya lip tint Tony Moly, bagi yang sensi sama bau bauan aku nggak tahu apakah akan terganggu dengan aroma lip tint ini. Wardah Everyday Cheek and Liptint memiliki tiga shade yaitu 01 Red, Set, Glow! yaitu warna merah dengan undertone orange, 02 My Bearry! warna mauvy purple dengan undertone pink, dan 03 Pink on point! yaitu soft pink. Saat aku swatch di kertas sempat deg-deg an karena shade No.02 dan No.03 kayaknya ngga bakal cocok di kulitku yang coklat, terasa terlalu cool tone gitu. Tapi akhirnya aku nge swatch di kulitku, dan hasilnya :
| indoor |
| outdoor |
Cantik-cantik banget warnanya! Tekstur Wardah Everyday Cheek and Liptint ini agak cair tapi lebih creamy daripada lip tint Korea seperti Etude dan Tony Moly, pigmented dan tentu saja seperti lip tint biasanya, sheer coverage sehingga masih bisa terlihat warna kulit asliku. Yang No.03 mengingatkanku pada Velvet Lip Tint dari 3CE.
Berikut ini adalah hasil swatch di bibirku :
Wardah Everyday Cheek and Liptint ini pigmented dalam sekali oles sudah muncul di bibirku, tapi sama seperti lip tint lain, tidak dapat mengcover tepi bibirku yang hitam, tapi hasilnya bagus ngga streaky, mudah diratakan, dan ternyata ketiganya cocok buat mukaku. Kesanku saat memakai lip tint ini tidak membuat bibir kering meskipun dipakai berjam-jam, setelah kering, lip tint ini sifatnya memang bukan full matte, jadi agak creamy meskipun telah dioles di bibir , karena itu lip tint ini masih nggak transferproof. Meskipun begitu saat dilap lip tint ini menyisakan stain seperti ini :
| 01 Red, Set, Glow |
| 02 My Bearry! |
| 03 Pink on point! |
Wardah Everyday Cheek and Liptint ini pigmented dalam sekali oles sudah muncul di bibirku, tapi sama seperti lip tint lain, tidak dapat mengcover tepi bibirku yang hitam, tapi hasilnya bagus ngga streaky, mudah diratakan, dan ternyata ketiganya cocok buat mukaku. Kesanku saat memakai lip tint ini tidak membuat bibir kering meskipun dipakai berjam-jam, setelah kering, lip tint ini sifatnya memang bukan full matte, jadi agak creamy meskipun telah dioles di bibir , karena itu lip tint ini masih nggak transferproof. Meskipun begitu saat dilap lip tint ini menyisakan stain seperti ini :
Yep, stainnya juara banget dan berbeda dengan lip tint biasanya yang palingan stain pink ini stainnya sesuai dengan shadenya, entah ya aku belum pernah nemu yang model gini, but then again aku hampir ga pernah punya lip tint jadi ga bisa bikin komparasi akurat.
Untuk menghapus, diperlukan tenaga ekstra untuk benar-benar menghilangkan stainnya, meski sudah pakai makeup remover oil based, micellar water, face cleanser, masih ada stainnya dikit sampe besoknya, hal ini membuatku kurang suka karena memang aku gasuka produk yang terlalu stain. Yah memang lip tint ini staying powernya bagus, meskipun dibuat makan masih ada stainnya jadi ngga langsung bubar jalan.
My youtube video about this product :
What I like about this product :
- Cheap!
- Pigmented
- Good scent
- Good applicator
- Not streaky, glides smoothly
- Long lasting
- Non drying
- Universal shades
What I don't like about this product :
- Stain (I just don't like something staining my lips for hours)
- Lack of shades
- Not transferproof
- Kinda sticky
Overall : 4/5
Repurchase? Maybe
Aku merekomen Wardah Everyday Cheek and Liptint bagi pecinta lip tint, atau bagi pelajar/mahasiswi yang pengen punya gincu tapi ngga suka sama lip cream atau lipstick. Aku mungkin bakal repurchase kalau misal Wardah memiliki shade baru yang menarik, meskipun sebenarnya aku bukan fans liptint. Thanks for sticking up with my review, leave your comment, reaction, or share below so I'll know what you think! See you~
Saturday, July 7, 2018
(REVIEW) H2 Health and Happiness Pure Skin
Kulit berjerawat memang
menjadi hal horror bagi sebagian besar perempuan, termasuk aku. Dan karena
kulitku berminyak, jadilah sering dihinggapi jerawat terutama kalau abis
bolak-balik kuliah pakai motor. Karena itu, kulit wajahku jarang banget mulus,
selalu ada bekas jerawatnya paling ngga, selain itu pori-poriku besar dan kalau
keluar sejam aja wajah udah mulai berminyak.
Dengan kondisi kulit
wajah seperti ini aku merasa bahagia banget ketika mendapatkan produk free dari
Kalbe, yaitu H2 Health and Happiness Pure Skin. H2 ini merupakan suplemen
makanan yang memiliki Astaxanthin, OPC (dari grape seed) dan Horsetail sebagai antioksidan,
serta dilengkapi Vit C dan Vit E untuk memelihara kesehatan kulit, saat aku ke
website kalbe fungsi utama dari suplemen ini adalah menghambat polimerisasi oksidatif pada kulit &
inflamasi pada epidermis membantu mengurangi peradangan jerawat. Selain itu, H2
Pure Skin dapat memperbaiki elastisitas kulit perbaikan struktur kolagen pada
dermis yang rusak akibat adanya radikal bebas.
Pertama aku akan membahas tentang packaging,
packaging dari H2 Health and Happiness Pure Skin ini minimalis dengan warna
putih sebagai warna latar dan logo H2 berwarna hijau, sedangkan botolnya
berbentuk seperti botol obat berbentuk bulat dan berisi 30 kapsul. Pada bagian
belakang dus maupun botol terdapat keterangan komposisi, klaim, aturan pakai,
petunjuk penyimpanan, manufactured date, dan expired date. Saat tutup botolnya
aku buka terdapat hologram yang berfungsi sebagai seal produk bahwa produk
tersebut memang masih baru.
Bentuk
kapsulnya lumayan besar dan berwarna pink, aku tidak mencium bau apapun dan
rasanya juga tidak ada. Menurutku hal ini nilai plus karena aku bisa meminum
tanpa harus takut dengan rasa ataupun baunya. Aturan pakainya mudah sekali,
hanya diminum 1 kali sehari , aku biasanya meminumnya setelah makan. Meskipun
pada saat aku menerima produk ini aku sedang flu dan mengkonsumsi obat flu,
kalau mau minum suplemen ini gak berpengaruh dengan obatnya, tapi sebaiknya
obat diminum dengan jeda minimal 1 jam ya.
Hasil setelah memakai H2 Health and Happiness Pure Skin ini
kelihatan banget! Aku yang tidak pernah pakai suplemen takjub dengan hasilnya.
Kondisi kulitku saat hari pertama lumayan mengenaskan, jerawat merah-merah,
beruntusan, bekas jerawat hitam, dan pori-pori besar. Setelah pakai H2 Health
and Happiness Pure Skin ini jerawatku 3 harian sudah sembuh dan tidak muncul
lagi, sedangkan jerawat baru juga jarang banget tampil, paling hanya pada saat
datang bulan saja, itu juga tidak sampai meradang dan bernanah seperti
biasanya. Berikut ini adalah hasil dari H2 Health and Happiness Pure Skin
selama kurang lebih 2 minggu pemakaian :
Bisa dilihat wajahku yang sisi kiri lebih parah dari yang kanan,
setelah memakai kurang lebih 2 minggu jerawatnya sudah kempis, tinggal bekasnya
saja. Bekasnya juga berangsur-angsur sembuh, sedangkan untuk sisi kanan tidak
terlalu terlihat bahkan bintik-bintiknya semakin banyak, ini karena aku barusan
facial dan wajahku dipencet-pencet sehingga menimbulkan bekas seperti di atas.
Selain urusan jerawat, wajahku terasa lebih kencang dan kenyal, wajahku
terlihat lebih segar dan halus, tetapi untuk komedo maupun pori-pori tidak ada
perubahan ya, ini dapat dimaklumi karena produk ini memang tidak dibuat untuk
masalah pori-pori maupun komedo.
Overall aku puas banget dengan hasilnya H2H Health and Happiness
Pure Skin! Dan tentu aku berterima kasih banget sama Yukcoba.in dan
Kalbe karena telah memberiku kesempatan untuk mereview produk ini, this product
is godsend for me! Repurchase? Ya tentu saja, kelihatannya aku bakal beli H2H
Health and Happiness Pure Skin setelah botol yang ini habis, pokoknya bagi yang
memiliki kulit berjerawat dan bekas jerawat seperti aku patut mencoba suplemen
ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)







