Saturday, July 15, 2017

(REVIEW) QL Matte Lip Cream in No. 21 Peach Angel & No. 23 Shocking Pink

HAIIIIIIIIIIIIIIII Semuaa!!

Balik lagi dengan aku disini, kali ini aku mau membahas tentang Lip cream (again). Personally aku suka banget ngoleksi gincu terutama lip cream, dan selalu berusaha update soal brand-brand apa aja yang ngeluarin lip cream terbaru terutama brand lokal. Dan ya, QL cosmetic yang udah legendary di masyarakat Indonesia kali ini mengeluarkan produk Lip cream. Mau tau pendapatku tentang lip cream dari QL ini? Yuk baca sampe abis.

Ql lip cream matte
Aku pertama tau produk ini dari official Instagram Ql Cosmetic. Aku langsung excited banget karena selama ini aku tau QL produknya bagus-bagus tetapi murah banget, sayangnya begitu aku lihat shade yang tersedia langsung galau. Karena semua shade dari QL Matte Lip Cream ini terdiri dari pink dan red. Setelah bimbang mau pilih yang mana (I'm nude lipstick addict), akhirnya pilih yang No. 21 Peach Angel & No. 23 Shocking Pink. Aku beli lip cream ini dengan harga 32 ribu di online shop, itu juga ada diskon dari tokonya, kalau ga diskon mungkin sekitar 38-39 ribu.



 Pertama kita akan bahas packagingnya, packaging lip cream ini terbilang simple banget, yaitu tube berlatar warna hitam dengan bagian bawah masih terlihat isi produknya supaya memudahkan kita melihat varian shadenya. Warna fontnya biru muda, jadi kelihatan kontras banget dan sorry to say, terlihat murah dan norak. Lip cream ini tidak memiliki box jadi cuma dibalut plastik, dan di bagian belakang terdapat kertas tentang informasi komposisi. Sayangnya kertas ini ngga nempel di tubenya, jadi cuma kertas digunting terus ditaruh di bagian belakang, lalu dikasi plastik biar ga jatoh.  Dan parahnya lagi ukuran kertasnya berbeda, bisa dilihat di gambar atas, mungkin yang satunya belum digunting kali ya.

Aku pertama tau sih mikir, "Ini yakin bukan produk tester?" Karena yah, this is kinda unprofessional apalagi brand QL bukan brand indie atau brand kecil.

Aplicator
Aplikator QL Matte Lip Cream ini terbilang standarnya lip cream, panjang dan bentuknya doe foot. Aku rasa aplikator model gini bagus karena bisa menjangkau cupid bow, banyak brand lain yang mencoba memberi inovasi tentang aplikator lip cream dengan berbagai macam bentuk but you can never beat a classic :).

Sekarang hal yang biasanya ditunggu-tunggu... swatch time!.

Indoor

Outdoor

Diantara semua shade yang tersedia (ada 5 shade totalnya) kedua shade inilah yang ga ada unsur merahnya, sebelum membahas warna aku bakal bahas wanginya dulu deh. Wanginya kuat banget, seperti aroma fruity tapi di kuatin beberapa kali lipat, bikin pusing? Iya. Aku bukan orang yang pilih-pilih wangi kosmetik tapi ini baunya saking kuatnya sampe bikin aku pusing, bahkan ketika aku oles ke tangan ataupun bibir wanginya gak ilang-ilang, padahal kalau agak di kalemin dikit baunya enak.

Saat pertama aku swatch si No. 21 Peach Angel ini, aku kecewa, karena diliat dari namanya aku kira warnanya bakal kayak Wardah No 14 Peach Pink gitu, ternyata warnanya barbie pink saudara-saudara! Dan aku kira warna ini punya nya No. 23 Shocking Pink, karena di instagram QL cosmetic, swatch lip creamnya nggak dikasih nama jadi aku nebak-nebak swatchnya yang mana. Aku kira sih yang warna agak merah-oranye itu si No.21 Peach Angel ternyata shade lain (Flaming Rose).

Aku sendiri udah ga ekspektasi apa-apa karena yakin warna kayak gini gak bakal cocok buat kulitku, dan hasilnya bisa dilihat.

QL Matte Lip Cream No. 21 Peach Angel
Ngerasa mirip banget sama Nicki Minaj saat pakai shade ini hahaha. Mungkin kalau formulanya bagus aku bakal maafin warnanya yang light banget, tapi ternyata formulanya parah pemirsa. Streaky, gak bisa nutupin warna asli bibirku, kering, dan susah pakai banget biar hasilnya seperti di foto (itu aja masih belepotan). Butuh sekitar 4x celupan supaya nutup seperti di foto. Dan nge jreng banget hasilnya, aku sendiri merekomen warna ini buat yang kulitnya putih dengan cool undertone, sebenernya warna gini ini paling cocok buat bule, tapi entah kenapa QL menargetkan warna ini ke masyarakat Indonesia yang kebanyakan punya kulit cokelat, kuning dengan warm undertone.

QL Matte Lip Cream No. 23 Shocking Pink

Reaksi pertama saat aku swatch No. 23 Shocking pink ini... shock! And not in a good way. Karena pertama aku kira warnanya bakal pink seperti yang Peach Angel tapi lebih tua, ternyata warnanya  ungu. Kecewa, karena nama shade nya kok misleading banget, masa QL ga tau bedanya pink dan ungu, c'mon. Tapi dibanding dengan yang satunya formula shade ini JAUH lebih baik, nggak streaky, mudah diratakan, cepat kering tapi hasil mattenya masih melembabkan pokoknya bagus lah kecuali wanginya yang masih kecium. Shade ini juga cocok dengan kulitku yang sawo matang.

Ketahanan lip cream ini lumayan, sekitar 3-4 jam sebelum memudar, tipenya kissproof dengan hasil velvet matte, tapi kalau misal diusap masih nempel, jadi ngga smudgeproof. Nyaman dipakai dan ringaann banget, tetapi yang shade Peach Angel terasa lebih kering daripada yang Shocking pink. Lip cream ini mudah dihapus dan tidak meninggalkan stain di bibir.

What I like :
- Cheap
- Ringan dan nyaman dipakai
- Tidak membuat bibir kering
- Cepat ngeset jadi matte
- Good aplicator
- Mudah dihapus

What I like :
- Ada yang streaky dan susah diratakan
- Wanginya menyengat
- Ngga smudgeproof
- Warna yang muda terasa kering, dan tidak menutup warna asli bibir
- Nama shade dengan kenyataannya nggak sama
- Pilihan shade terbatas

Overal : 3/5
Repurchase? No

Aku rekomen lip cream ini buat yang ingin punya lip cream dibawah 40 ribu, tetapi aku bilang sih jauhin shade yang warnanya muda karena selain wash out juga formulanya lebih jelek daripada yang warna tua. Aku sendiri ngga repurchase karena ga ada shade lain yang menarik, mungkin di lain waktu QL cosmetic dapat menambah shade lain seperti mauve, brown, dan nude dengan wangi yang sedikit di kurangi. Aku sendiri berekspektasi besar dari QL and I hate to say something bad in my review, tapi aku harus jujur ya, I don't like this product. Review ini 100% asli dari aku sendiri, tidak ada sponsorship atau promosi, aku beli lip cream ini dengan kantong sendiri dan tidak ada unsur mau menjelekkan suatu brand atau produk :).

Thanks for sticking up with my review, leave a like, comment, or share below so I'll know what you think! See you~

Sunday, July 9, 2017

(REVIEW) V 10 Plus Water Based Peeling Gel and V10 Plus Serum Acne Treatment Series

Hai semua!

Kali ini aku mau mereview tentang serum dan peeling gel yang aku sukaaa banget, namanya V 10 Plus Serum Acne Treatment Series dan  V 10 Plus Water Based Peeling Gel. Rangkaian produk skincare ini berasal dari Jepang, tetapi sudah dilisensi di Indonesia dan bisa dibeli di website Indonesia resminya. Cek yuk review dari aku.


Pertama kali aku tau merk V 10 plus adalah kesannya seperti bagus banget, karena V 10 Plus ini telah mengantongi banyak penghargaan di Asia, sehingga aku ga sabar banget pengen nyobain, thanks buat V 10 Plus Indonesia yang telah memberikan kesempatan buat nyoba amazing products like these. 

Pertama mari bahas packagingnya, aku mendapatkan rangkaian serum dan dan peeling gel dalam bentuk sachet atau kemasan ekonomisnya, meski begitu setiap sachet dapat digunakan sampai 4 kali! Kemasan sachet ini juga dapat dibeli di websitenya jadi buat yang masih nyoba-nyoba atau ga suka ngabisin botol gedenya ini deal banget. Packaging sachetnya berbentuk amplop dengan warna dasar putih, aku suka dengan modelnya yang inovatif dan ga bosenin.

Pertama aku akan bahas Peeling Gelnya dulu ya.

V 10 water based peeling gel
V 10 Water Based Peeling Gel ini dikemas dengan kertas foto tebal berbentuk amplop, pada bagian depan ada nama merk, nama brand, alamat brand, informasi kandungan serta penghargaan yang pernah didapat. V 10 Water Based Peeling Gel ini memiliki Kandungan Aktif:

Ekstrak Beras : Sumber Alami Dari Beberapa Jenis Antioksidan, Yaitu: Tokoferol, Tocotrienols, Gamma Oryzanol, Phytosterols, Polifenol Dan Squalene. Melawan Radikal Bebas Dan Membantu Dalam Memperlambat Efek Penuaan.

Ekstrak Rumput Laut : Dengan Penyerapan Mineral Dan Garam Laut, Rumput Laut Diyakini Memiliki Sifat Penyembuhan Alami, Mengandung Agen Antipenuaan, Bahkan Memiliki Khasiat Mengurangi Selulit. Lendir Rumput Laut Juga Menyediakan Kelembaban Alami Pada Kulit.

Produk ini mengklaim memiliki 9 fungsi sekaligus!

 Fungsi Water Based Peeling:
1. Mengangkat sel-sel kulit mati
2. Mencegah Timbulnya Jerawat
3.  Membantu Regenerasi Sel Kulit
4.  Membuat Make-up Lebih Tahan Lama dan Alami
5.  Meningkatkan Daya Serap Kulit Terhadap Nutrisi Perawatan Kulit Anda
6.  Membantu Menghilangkan Komedo
7. Mencerahkan dan Menghaluskan Kulit
8. Mengurangi Bekas Jerawat
9. Menyeimbangkan Sekresi Minyak Pada Wajah

Hmm, keliahatannya kok all in one banget ya fungsinya, aku sendiri setelah tau klaim tersebut jadi tambah penasaran dan ngarep banget sama hasilnya. 



komposisinya, click to zoom

Aku mendapatkan 10 sachet dalam satu bundle ini, sachetnya berwarna abu-kecoklatan muda, dan tiap sachet memiliki 2ml produk. Jangan salah, aku cuma butuh kira-kira 2 tetes untuk mengcover seluruh wajah, dianjurkan untuk memakai 2-3 kali seminggu tapi tetep habisnya lama. Di bagian dalam 'amplop' nya ada keterangan cara pakai yang jelas banget, cara pakainya adalah :

1. Oleskan Peeling Gel secara merata ke seluruh wajah yang telah dibersihkan dan dikeringkan sebelumnya. Kemudian biarkan selama 5 detik.
2. Lalu pijat wajah dengan gerakan memutar secara halus dengan menggunakan jari.
3. Sel-sel kulit mati akan muncul seketika dalam bentuk serat-serat halus.
4. Terakhir bilas wajah dengan menggunakan air hangat dan basuh dengan handuk basah.

Peeling gel ini berwarna bening saat aku oleskan ke wajah sifatnya langsung mengering, dan saat aku pijat beneran keluar serat halus, kalau bahasa mudahnya seperti 'bolot' gitu. Wajahku termasuk kulit berminyak dan sensitif, kombinasi yang kadang nyusahin karena kebanyakan kulit sensitif itu buat kulit kering, jadi kalau ma beli skincare mikir banget. Tapi pas pakai V 10 Water Based Peeling Gel kulitku tidak terasa panas ataupun jerawat jadi tambah gede, justru setelah aku bilas kulitku kenyal, lembab, haluuus dan terlihat lebih cerah.

Hasil pemakaian setelah 2 minggu : 
Kulitku jadi lebih lembut, wajah jadi ngga terlalu berminyak, dan ajaibnya komedoku biasanya setelah aku angkat pakai pore pack pasti beberapa hari kemudian balik lagi, tapi setelah pakai V 10 Water Based Peeling Gel komedoku terasa berkurang dan bagian hidungku jadi halus.

Sekarang aku akan membahas serumnya.

V10 Plus Serum Acne Treatment Series


Serum yang aku dapatkan terbagi menjadi 3 jenis, yaitu Licorice Serum, Vitamin C serum, dan Pycogenol Serum. Masing-masing serum memiliki fungsi tersendiri :

Licorice : Iritasi dan peradangan. Ini menenangkan kekasaran yang disebabkan oleh alergi, jerawat meradang dan iritasi yang disebabkan oleh sengatan matahari. Disarankan untuk menggunakan V 10 PLUS Licorice serum ketika Anda merasakan iritasi atau sensitifitas pada kulit Anda.

Vitamin C : Jerawat dan pori-pori. Vitamin-C di V10 Plus Vitamin-C serum merupakan turunan vitamin-C, yang stabil dan bekerja secara efisien. Juga, berisi OBAKU yang mengontrol sekresi sebum.
Pycogenol : Menghilangkan oksigen aktif. Hal ini mencegah kulit Anda dari masalah kulit yang disebabkan oleh oksigen aktif dan juga solusi kerusakan. Juga, karakterisasi yang fungsional adalah bahwa ia memperkuat efek dari vitamin, kolagen, dll V 10 PLUS Pycnogenol Serum dapat digunakan sebagai Penguatan sistem perawatan kulit harian.
V 10 Plus Licorice Serum

komposisi, click to zoom

Pertama aku akan membahas Licorice Serum, sachetnya berwarna biru, serum ini bentuknya cair dan berwarna bening, tidak berbau sama sekali dan tiap sachetnya berisi 2ml. Sama seperti Water Based peeling, tiap sachet bisa dipakai sampai 4 kali.
V 10 Plus Vitamin C Serum

Komposisi, click to zoom

Yang kedua adalah Vitamin C Serum, dulu aku menyangka kalau vitamin C hanya untuk mencerahkan wajah, ternyata bisa digunakan untuk jerawat dan merawat sebum. Sachetnya berwarna kuning, dan sifatnya lebih kental daripada yang Licorice, warnanya seperti gold dengan wangi yang enak banget, serum ini adalah favoritku diantara ketiganya.

V 10 Plus Pycogenol Serum

Komposisi, click to zoom

Yang terakhir adalah Pycogenol. Serum ini lebih kearah penguat dari kedua serum sebelumnya, dan berfungsi juga untuk menghilangkan oksigen aktif yang merusak kulit. Sachetnya berwarna merah, lebih cair dari yang Vitamin C tetapi lebih kental dari yang Licorice. Warnanya agak keruh dibandingkan dengan Licorice dan tak berbau.

Cara pakainya adalah dengan mencampur masing-masing serum sebanyak 1 tetes kemudian dioles ke wajah dan leher, kemudian ratakan sampai meresap. Pakai 2 kali sehari pagi dan malam setelah membersihkan wajah. Serum ini dipakai sebelum memakai pelembab pagi dan malam. Klaimnya sih hasil dari ketiga serum ini akan terlihat dalam waktu 10 hari.

Hasil pemakaian 10 hari : I must say this serums' amazing! Kulitku jadi lebih halus, kenyak, lembab, dan komedo jauh lebih sedikit dari sebelumnya. Aku juga jadi jarang jerawatan, kalaupun ada jerawat akan mengempes dalam waktu 2 hari, tapi tetep kulitku agak rawan jerawat karena akhir-akhir ini aku selalu begadang. Ingat begadang sangat memperngaruhi kulitmu loh, jadi jangan sampe deh begadang kalau tak ada gunanya~ (Nada nyanyi Rhoma Irama) Noda jerawat juga jadi memudar dan kulitku terasa cerah, intinya suka banget dengan hasilnya.

Overal products : 4,5/5

Minusnya? Hampir tidak ada, kecuali harganya yang mahal, hehe. Satu botol full size masing-masing seharga sekitar 500 ribu rupiah, dan kalau ingin beli kemasan sachetnya untuk serum seharga 299 ribu dan peeling gel 270 ribu. Aku bakal repurchase seandainya masuk budgetku :(.

Thanks for sticking up with my review, like, comment and share below so I'll know what you think! See you~


Monday, July 3, 2017

(REVIEW) Wardah Exclusive Matte Lip Cream No. 9,12,13,14,15

HAII SEMUUAA...

Pertama-tama aku mengucapkan Selamat Idul FItri bagi yang merayakan! Tak terasa sudah lebaran dua kali sejak aku punya blog ini. Nah kali ini aku akan membahas tentang produk kecantikan halal yang sudah eksis banget dikalangan wanita Indonesia, yaitu Wardah Exclusive Matte Lip Cream.

Wardah Exclusive Matte Lip Cream 
Pertama klaim, Klaim Wardah Exclusive Matte Lip Cream  di boxnya adalah :  Velvet matte with color binding pigments, & enriched vitamin E. Soft Matte Intense luxurious finish.

Packaging, secara packaging Wardah Exclusive Matte Lip Cream ini berbeda dengan packagingnya yang lama, kalau dulu boxnya berwarna silver dengan font hijau khas brand Wardah, sekarang boxnya berwarna sesuai dengan shadenya sehingga memudahkan kita melihat warna yang kita inginkan. Desain dan fontnya yang berwarna putih kontras dengan boxnya bikin gampang membaca soal keterangan maupun komposisi lip cream ini. Aku suka banget dengan packaging barunya dan menurutku warna di box sudah sesuai dengan warna lip cream yang sesungguhnya.

comparison box and tube swatch




Tube Lip creamnya panjang dan ngga terlalu ramping, dan beratnya terasa meskipun ga berat-berat banget. Tutupnya berwarna silver yang bisa dibuat ngaca, sedangkan badan tubenya terdiri dari clear glass yang dengan jelas terlihat isi lip creamnya.Font di badan tube mengikuti tutupnya yaitu berwarna silver, Meski terlihat elegan dan nggak murahan satu hal yang aku kurang suka nih tutupnya, karena sidik jari kita bakal terlihat jelas saat memegang tutupnya, bisa dilihat di foto-fotoku ada sidik jari yang menempel.

aplikator
Aplikator, ujung aplikatornya berbentuk doe foot panjang dengan potongan yang tidak terlalu runcing, personally aku kurang suka model begini, lebih suka doe foot yang bantet karena lebih enak untuk cupid bow. Sedangkan panjangnya hampir sama seperti panjang tube.

Wanginya enak, manis seperti vanilla-coklat. Nggak menyengat tapi juga nggak terlalu samar, kalau di aplikasikan ke kulit wanginya masih bertahan selama beberapa saat sebelum hilang.


Swatch Indoor

Swatch outdoor
Swatch, aku sendiri baru nyobain dan baru tertarik beli Wardah Exclusive Matte Lip Cream  ini karena pilihan shade barunya ini. Dulu yang warna 1-10 lebih dominan merah dan pink, aku lebih condong ke arah nude, mauve dan coklat jadi kurang tertarik, Nah di warna 11-15 ini hampir seluruhnya ada warna mauvenya. 

No. 9 Mauve On! adalah warna pink mauve yang cantik banget, ini favoritku dari semuanya. No 12 Plum it up adalah warna merah dengan hint plum, warnanya akan berbeda sesuai dengan warna bibir pemakai, kadang seperti burgundy kadang merah tua, No. 13 Fruit Punch merupakan warna coklat nude dengan hint mauve, warna ini mirip dengan No. 9 tapi lebih muda. No. 14 My Honey Bee, shade satu-satunya yang ga ada hint mauve atau plum, shade ini adalah peach pink, aku udah lama penasaran cocok ngga beli shade peach jadinya sekalian beli no.14 ini, dan terakhir No. 15 Pinky Plumise, adalah Pink dengan hint plum, personally aku hampir gak bisa membedakan no. 9 dan no. 15, karena warnanya hampir 100% sama! Tetapi menurutku kalau No. 9 lebih muda sedikit daripada No.15. 

No. 9 Mauve On!

No. 12 Plum it Up

No. 13 Fruit Punch

No. 14 My Honey Bee

No. 15 Pinky Plumise

Diantara warna-warna yang aku swatch di bibir, No, 14 My Honey Bee yang menurutku paling streaky dan kering, shade ini juga kurang cocok untukku karena terlalu pucat. Sedangkan yang lainnya terutama No. 12 Plum it Up mudah diratakan dan menutup bibir dengan baik. Formulanya creamy dengan hasil akhirnya velvet matte, pigmented banget kecuali no. 14 yang kurang bisa menutupi garis gelap bibirku, ketahanannya bagus 4-5 jam masih utuh terutama kalau ga dipakai makan/minum. Sedangkan kalau dipakai makan/ minum terutama makan berat di bagian tengah bibir warnanya hilang tapi ngga terlalu banyak. Transferproof dan smudgeproof, Wardah Exclusive Matte Lip Cream  ini worth it untuk harga 50-60 riu di online shop dan 60 ribu di counter Wardah.

Hal yang tidak aku suka adalah garis bibir terlihat jelas, setelah dipakai beberapa jam bibir jadi terasa agak kering terutama No. 14 tetapi nggak sampai pecah-pecah, padahal di keterangan sudah ada kandungan vitamin E supaya bibir  lembab. Selain itu Wardah Exclusive Matte Lip Cream  ini nggak paraben free.

What I like :
- Worth the price
- Good packaging design
- Pigmented
- Wanginya enak
- Creamy dan mudah diratakan
- Tahan lama
- Transferproof & smudgeproof
- Warnanya cantik-cantik

What I don't like :
- Shade No. 14 streaky dan tidak menutup garis hitam bibir
- Lama kelamaan bibir terasa kering
- Garis bibir terlihat jelas
- Not paraben free

Overal : 4/5
Repurchase? Yes untuk shade lain.

Aku merekomendasikan lip cream ini buat yang ingin lip cream bagus tetapi dibawah 100 ribu. Tetapi untuk yang memiliki bibir kering aku sarankan untuk memakai lip balm sebelum mengoleskan lip cream ini karena lip cream ini lebih kering daripada Purbasari lip cream,La Tulipe lip cream tetapi masih lebih nyaman daripada Jordana Sweet Cream Matte

Thanks for sticking up with my review, leave comment, like, or share my post below so I'll know what you think. Don't forget to subscribe to my blog, gfc, bloglovin, or instagram (you can find it on the right sidebar). See you~

Sunday, June 18, 2017

(REVIEW) Purbasari Hi Matte Lip Cream Hydra Series in No.2 Azalea & No.3 Lantana

HAIII SEMUA...

Dalam Postingan kali ini aku akan membahas produk yang sudah ngehits banget di dunia pergincuan, maybe semua orang sudah tau dan blogger lain sudah mereview (Yup telat deh). But Still, aku tetap posting because maybee you guys wanna know about my opinion. No one? Well, okay lol.

Produk yang akan dibahas yaitu Purbasari Hi Matte Hydra Series in No.2 Azalea & No.3 Lantana. We all know gincu Purbasari color matte yang sampai sekarang masih dicari orang nah sekarang Purbasari bikin versi lip creamnya. Apakah kualitasnya juga sama bagus atau lebih bagus daripada yang versi lipstik tradisionalnya? Yuk baca terus.


Aku membeli produk ini di Shopee dengan harga 39.000 rupiah, tapi di toko-toko kosmetik , konter Purbasari bahkan Guardian dapat ditemukan lip cream ini dengan harga 40.000-50.000.

Bagian depan box 

Samping

Samping
Lip cream ini memiliki box berwarna hitam dengan bahan doff yang simpel banget, personally aku lihat sih kurang menarik desainnya. Mirip dengan yang seri Color Lipstick dan menurutku sih untuk seri yang Color Lipstick juga kurang menarik sih, terlihat cheap aja.

Pada bagian samping dan belakang ditulis informasi tentang produk, caution, komposisi, barcode, nama dan alamat produksi. Aku sendiri ga bisa nemuin klaim produk dari boxnya, tapi yang jelas Lip cream ini memiliki kandungan Vit. E dan UV Filter. 

Keterangan shade
Di bagian bawah dusnya terdapat stiker dengan warna dan nama shadenya, aku pilih No. 2 dan No. 3 karena menurutku warnanya cocok kupakai, dan aku bukan tipe-tipe beli semua shade hanya untuk review meskipun aku tau pasti ga bakal cocok, jadi aku selalu pilih beberapa shade aja daripada nanti nganggur di ga dipake.

The tube

Ket. shade
Nah tubenya sendiri berbentuk persegi panjang dengan potongan runcing, mirip seperti Lip cream Rollover Reaction. Aku sendiri punya RR shade Livv, but it's another story, kapan-kapan bikin reviewnya. DIbandingkan dengan RR sih tubenya Purbasari ngga frosted, jadi bening dan bukan berbahan glass, tapi plastic, jadi ringan banget. Aku suka dengan tubenya, apalagi di leher tube ada gold lining yang bikin terlihat mewah, seandainya botolnya lebih berat sama seperti RR, pasti perfect.

Di bagian bawah tube ada keterangan dan No. shade beserta netto, isinya lumayan banyak loh, 6.5 gram, dengan harga dibawah 50.000 rupiah menurutku worth it banget.

Aplikator

Aplikator dari samping
Aplikatornya berbentuk doe foot dengan potongan yang tidak terlalu tajam, jadi bantet tapi panjang sesuai dengan tubenya. Dan mulut tubenya sendiri keciiilll banget, jadi kalau misal ngeluarin aplikatornya pasti 100% produk akan belepotan di tube. Mungkin ini bertujuan supaya produknya tersaring jadi ngga terlalu boros, dan juga kalau kita penasaran produk ini baru atau nggak tinggal liat mulut tubenya aja, karena ga mungkin lip creamnya ga bakal bekas di mulutnya kalau aplikatornya di keluarin.

Kiri : Indoor, Kanan : Outdoor
Saat aku swatch di tangan aku perhatiin baunya seger gitu, kalau lip cream lain memilih floral-sweet scent Purbasari ini lebih seperti fruity, tapi masih ada hint floralnya. Sayangnya saat aku oles, kok coveragenya agak sheer ya, di gambar diatas adalah swatch saat di Indoor dan outdoor, masih terlihat sedikit warna kulitku.
Bare lips

No.2 Azalea

Gambar di paling atas adalah bare lipsku, maaf buram karena susah banget fokusinnya, tapi bibirku memiliki garis hitam di bagian bawah dan di atas bibir. Sedangkan yang gambar dibawah adalah aku saat memakai No. 2 Azalea di bibirku. Meskipun agak sheer, tapi lip cream ini masih dapat menutupi warna asli bibirku ternyata, meskipun harus dua kali supaya bener-bener cantik seperti di gambar. Teksturnya creamy banget, hampir susah diratakan karena ngga ada cair-cairnya sama sekali.

No.2 Azalea ini warnanya pinky nude yang MLBB banget, cocok buat semua skintone, dan aku rasa ini adalah warna aman yang bakal jadi best seller.

No. 3 Lantana
Sedangkan No. 3 Lantana lebih pigmented, tapi tetap memerlukan dua kali oles baru hasilnya bisa seperti gambar di atas. Shade ini pink tua dan agak ngejreng, tapi masih cantik buat daily. Shade ini cocok buat yang ga pengen dandan tapi wajah terlihat segar dan pop up, diantara kedua shade ini aku lebih suka yang No.3.

Me using Purbasari Hi Matte No. 2 Azalea

Me using Purbasari Hi Matte No.3 Lantana
Untuk ketahanan sekitar 4-5 jam sampai lip cream ini cracked di tengah bibir, aku kecewa sih karena modelnya kayak ngelupas gitu, jadi bukan tipe lip cream yang memudar. Tapi uniknya kalau misal kita buat makan berat, lip cream ini ngga bakal hilang di tengah, tapi meninggalkan stain pink yang cakep, ini mengingatkanku dengan formula lip cream Mineral Botanica yang lama, tapi lebih tahan lama dan kissproof an Purbasari.Aku tidak menemukan bibirku kering saat memakai lip cream ini karena kandungan Vit, E nya, rasanya juga ringan sekali seperti ga pakai lip cream dan nggak perlu nunggu lama buat ngeset matte.

Lip cream ini terbilang susah dihapus, apalagi yang no.3 Lantana, meskipun aku pakai makeup remover bibirku selalu ada stain pinknya, dan setelah aku pakai facial foam baru hilang meskipun tidak seluruhnya.

What I Like :
- Cheap
- Good tube design
- Nice Scent
- Beautiful shades
- Lightweight
- Cepat ngeset jadi matte
- Kissproof
- Not drying
- Stain

What I don't like :
- Box looks cheap
- Kinda sheer
- Cracked after several hours
- Hard to erase (specially no.3)

Overal 4/5
Repurchase? Yes, pengen nyobain shade lainnya.

Lip cream ini aku rekomendasikan buat yang ingin punya lip cream dengan budget dibawah 50,000 rupiah. Memang ada minusnya tapi menurutku plusnya lebih banyak dan in the end, this lip cream is really worth to buy!

Thanks for sticking up to my review, leave like, comment or share below so I'll know what you think. You can subscribe to my gfc, ig, or blog lovin so you won't miss my next post, see you~ 

Sunday, June 11, 2017

(REVIEW + COMPARISON) Wardah Everyday BB Cream Vs Wardah Lightening BB Cream

Haii semua!

Postingan kali ini akan membahas tentang BB Cream yang aku lagi sukain banget, karena selama ini aku agak skeptis sama produk BB Cream atau Foundation lokal, tapi setelah pakai dua produk ini aku jadi harus merubah pandanganku. Dua produk yang akan aku bahas adalah Wardah Everyday BB Cream & Wardah Lightening BB Cream, dannn karena kedua produk ini mirip-mirip jadi aku sekalian bikin perbandingan/comparison, yuk cek pendapatku tentang kedua BB cream ini!.

Wardah Everyday BB Cream & Wardah Lightening BB Cream vs

Maybe aku telat banget reviewnya, karena sepengetahuanku sih Wardah telah mengeluarkan dua varian BB cream ini kira-kira tahun 2014, dan sudah banyaak sekali yang membandingkan kelebihkan dan kekurangan dari dua produk ini, but still, aku baru tertarik soal BB cream lokal baru-baru ini setelah memakai BB Cream dari Etude serta BB Cushion-BB Cushion dari berbagai merk Korea Selatan dan kesal karena hampir semua shade Korea terlalu putih buat kulitku.

Keterangan di kotaknya
Pertama aku bahas packagingnya, Wardah Everyday BB Cream ini kotaknya berwarna hijau toska dengan gradasi cokelat muda di bagian bawah, sedangkan untuk yang Wardah Lightening BB Cream warnanya lebih gelap yaitu biru tua dengan gradasi cokelat lebih tua daripada yang Everyday. 
Untuk memperjelas klik gambar


Wardah Everyday memilih menggunakan warna hitam sebagai warna font di kotaknya, sedangkan yang Wardah Lightening memilih warna putih sebagai warna font, menurutku sih dalam pemilihan warna yang Everyday lebih bagus karena perpaduan warnanya pas, dan tulisannya lebih mudah dibaca daripa yang Lightening. Di bagian samping terdapat klaim produk, komposisi, barcode, yang dibagian belakang ada klaim yang ditulis dengan bahasa Indonesia dan Inggris, dan di bawah kotak dua produk ini sama-sama memiliki kode produksi dan exp date.

Kiri Wardah Lightening, kanan Wardah Everyday
Pada tube warna desainnya sama seperti di kotak dusnya, dan tetep sih aku personally lebih suka warna yang seri Everyday nya. Perbedaan klaim dari seri Everyday dan Lightening menurutku tidak terlalu berbeda, yang Everyday mengklaim dengan teknologi water bank membuat kesegaran saat aplikasi, dapat menutup pori-pori, ol control, dan melembabkan wajah sehingga wajah halus bercahaya. Sedangkan klaim dari seri Lightening adalah 10 manfaat yang mana hal paling beda adalah teknologi triple lightening yang membuat wajah tampak lebih cerah, perfume free dan formula BB cream lebih long lasting, yang seri Lightening memiliki spf lebih tinggi daripada Everyday, yaitu Spf 32, sedangkan yang Everyday 'hanya' Spf 30. Selebihnya fungsi Lightening sama dengan yang Everyday.

Wardah Everyday BB Cream & Wardah Lightening BB Cream swatch
Swatch di tangan, klik untuk memperbesar
Waktunya swatch sekarang, kedua seri BB cream ini hanya memiliki dua shade, yaitu light dan natural, aku pilih yang natural karena takut light terlalu terang untuk kulitku yang sawo matang. Meskipun sama-sama shade natural tetapi yang Wardah Lightening shadenya lebih terang daripada yang seri Everyday, untuk tekstur menurutku yang Seri Lightening lebih creamy sedangkan yang Everyday lebih watery sehingga lebih mudah diratakan yang seri Everyday, tetapi bukan berarti yang seri LIghtening seret ya, masih dalam tahap gampang di ratakan kok. 

Untuk bau yang seri Lightening hampir ga ada baunya cuma ada hint seperti bau bedak sedangkan yang seri Everyday baunya lebih kuat, yaitu bau segar seperti baunya Garnier.

Setelah diratakan
Meskipun tadi aku bilang kalau shade yang Wardah Lightening lebih terang daripada Wardah Everyday, tetapi setelah diratakan mereka sama-sama menyatu dengan kulit dan cerahnya alami, ngga cerah terlihat di dempul, bahkan kalau ga tau keduanya terlihat sama saja saat diratakan.
Using Wardah Lightening BB Cream

Using Wardah Everyday BB Cream

Pada gambar pertama adalah aku memakai Wardah Lightening BB Cream di bagian kiri wajah, BB cream ini dapat menutupi bekas jerawat minor, meratakan warna kulit, mencerahkan jelasnya, dan pori-pori terlihat lebih halus. Sedangkan yang gambar di bawahnya aku memakai Wardah Everyday BB Cream di bagian kanan wajah, BB cream yang ini juga sama dapat menutupi bekas jerawat minor, meratakan warna kulit, mencerahkan jelasnya, dan pori-pori terlihat lebih halus. Kalau dijejerkan sih hampir tidak terlihat bedanya, cuma menurutku kalau diperhatikan bagian yang seri Lightening lebih cerah daripada seri Everyday. Keduanya terasa ringan di wajah, tapi lebih ringan yang Everyday karena teksturnya yang watery.

No difference
Untuk ketahanannya, menurutku keduanya sama-sama memiliki oil control yang so-so. Kalau dipakai 3-4 jam wajah sudah terlihat mengkilap terutama di bagian T sudah berminyak banget. Kedua produk ini juga transfer, jadi kalau ngelap wajah pakai tisu BB creamnya juga akan menempel di tisu. Bedanya yang Lightening menurutku sedikit lebih matte finish daripada yang Everyday, dan terasa lebih 'berat' karena teksturnya yang lebih creamy. Sayangnya setelah beberapa jam dipakai kedua BB cream ini agak oxy, tapi ngga terlalu bikin wajah kumal, cuma tidak sama seperti pertama kali diaplikasikan.

Comedogenic? Aku sendiri tidak bisa menjawab untuk yang Lightening karena jarang banget aku pakai, untuk ke kampus biasanya aku pakai yang seri Everyday karena ringan di wajah dan terlihat natural, tapi sayangnya kalau dipakai terus menerus hidungku jadi ada lebih banyak komedo, jadi ya ini comedogenic.

Overal kedua produk ini bagus untuk daily tapi nggak membuatku terkesan sampai jatuh cinta dengan keduanya, bagi yang suka finish natural dan ringan lebih cocok memakai yang seri Everyday, sedangkan yang ingin wajahnya terlihat cerah bisa memakai yang seri Lightening. Tapi kalau disuruh memilih aku lebih suka memakai yang Everyday karena ringan banget, tentu saja aku ga akan memakai BB cream ini untuk hangout atau ke acara-acara karena coverage nya yang kurang, jadi aku pakai untuk daily.

Repurchase? Ya untuk yang Everyday.

Thanks for sticking up with my review, comment, like, or share below so I'll know what you think. you can follow my bloglovin, instagram, or GFC, just check it out on the right sidebar and notify me if you want me to follow back. See you~