Showing posts with label charis. Show all posts
Showing posts with label charis. Show all posts

Sunday, May 16, 2021

(REVIEW BAHASA INDONESIA) Superface Zoom In Mesh Cushion 02 Natural

 


Hello semua! Balik lagi di postinganku tentang cushion, setelah sekian lama akhirnya aku memantapkan diri untuk mereview cushion lagi di blog, bukan karena cushion ku abis (kebalikannya malahan) tetapi emang lagi sibuk banget dan mager untuk ngetik blog maapkeun aku huhu. 
Nah sekarang aku mau ngasih tahu reviewku tentang cushion yang ngehits banget  di medsos yaitu Superface Zoom In Mesh Cushion! Superface sendiri adalah brand dari Korea yang udah banyak banget yang review dan rave about how good is this, ada 3 shade cushion yaitu : 00 Fair, 01 Light, dan 02 Natural. Aku memakai yang no.02 Natural karena kulitku sawo matang.

Klaim :
"Zoom in mesh cushion, mesh dengan finishing dewy yang segar, serta memberikan sensasi dingin dan menenangkan dan menambah healthy glow pada kulit. Tekstur yang ringan secara lembut menyatu dengan kulit. Dengan teknologi Multi-Light reflektif menawarkan coverage yang ringan dan juga full dan menyatu dengan kulitmu agar lebih cerah, whitening, anti-aging, dan UV protection membuat kulit sehat."
Berikut adalah klaim yang aku dapat dari Charis , banyak banget kan manfaatnya.

Komposisi : 
"Water, Titanium Dioxide, Caprylyl Methicone, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Butylene Glycol, Ethylhexyl Salicylate, Zinc Oxide, Lauryl Peg-9 Polydimethylsiloxyethyl Dimethicone, Dimethicone, Niacinamide, Phenyl Trimethicone, Iron Oxides(Ci 77492), Talc, Disteardimonium Hectorite, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Dipentaerythrityl Hexahydroxystearate/Hexastearate /Hexarosinate, Cetyl Peg/Ppg-10/1 Dimethicone, Trimethylsiloxysilicate, Magnesium Sulfate, Sorbitan Sesquioleate, Aluminum Hydroxide, Silica Dimethyl Silylate, Tribehenin, Phenoxyethanol, Iron Oxides(Ci 77491), Dimethicone/Peg-10/15 Crosspolymer, Trihydroxystearin, Aminopropyl Dimethicone, Chlorphenesin, Polymethylsilsesquioxane, Stearic Acid, Iron Oxides(Ci 77499), Alumina, Ethylhexylglycerin, Tocopheryl Acetate, Polyglyceryl-4 Isostearate, Fragrance, Triethoxycaprylylsilane, Silica, Methicone, Adenosine, Camellia Sinensis Leaf Extract, Ginkgo Biloba Leaf Extract, Camellia Japonica Leaf Extract, Eruca Sativa Leaf Extract, Triticum Vulgare (Wheat) Sprout Extract, Brassica Oleracea Italica (Broccoli) Sprout Extract, Medicago Sativa (Alfalfa) Extract, 1,2-Hexanediol"

Harga : Rp. 330.000,00 di Charis 

Packaging :



Packaging cushion Superface ini lucu bangetttt, karena temanya yang serba kuning hitam mulai dari dus sampai dalamnya case cushion,  membuatnya sangat eye-catching banget , kalau lihat cushion ini rasanya keinget sama Pickachu/Raichu apalagi di bagian depan ada tulisan "Lights, Camera, Action" jadi makin keinget deh sama pokemon jenis listrik gatau kenapa, tapi intinya gemas! 




Pada bagian belakang dus terdapat keterangan yang sayangnya dari hangul jadi aku gatau artinya, sedangkan pada bagian belakang cushion casenya terdapat keterangan shade, tanggal kedaluwarsa, berat, dan nama + alamat perusahaan. 



Keunikan lain dari cushion ini adalah bentuknya yang mesh, jadi bukan model cushion yang spons berongga, membuat produk jadi lebih mudah didistribusikan tanpa perlu takut tumpah atau belepotan, cara pakainya tinggal tap puffnya ke mesh sampai produknya keluar lalu di tap-tap di wajah.

Formula :
Superface Zoom In Mesh Cushion 02 Natural ini memiliki konsistensi yang lumayan thick kalau kubilang, tetapi masih mudah diratakan dan cepat blend di kulit. Selain itu shade natural ini cocok banget bagi pemilik undertone warm karena dia kuningnya kuat banget, jadi nggak perlu takut wajah jadi abu-abu. Berikut adalah swatch di tanganku :



Impression :

Saat memakai cushion ini di wajahku aku merasa kalau cushion ini sangat ringan dan menghasilkan finish yang dewy glowing, kulitku sendiri berminyak tetapi saat memakai cushion ini aku tidak merawa risih atau lengket. Untuk adherence cukup rendah karena mudah menempel di masker maupun tisu, dan coveragenya low to medium, mampu menutupi bekas jerawat ringan dan kemerahan tetapi tidak bisa menutupi seperti bekas jerawat menghitam atau jerawat yang matang. Tetapi aku suka banget karena dia itu ngga membuat wajah menjadi abu-abu dan apabila di foto tidak membuat kulit terlihat dempul, jadi alami banget! Dia juga membuat kulit lebih mulus dan menyamarkan pori-pori. Berikut adalah fotoku memakai Superface Zoom In Mesh Cushion 02 Natural :


Bisa dilihat kalau warna kulitku tuh ngga rata, dahiku lebih gelap daripada bagian wajah lain, ada bekas jerawat dan juga tahi lalat di pipi yang juga masih terlihat, tapi ini beneran tidak ada pantulannya jadi wajah beneran terlihat glowing alami tanpa dempul. Ketahanannya lumayan sekitar 4-5 jam kalau tanpa touch up, dan kalau kena keringat dia masih tahan beberapa lam sebelum akhirnya hilang.

Overall : 3.5/5 

Aku merekomendasikan Superface Zoom In Mesh Cushion  bagi kalian yang memiliki kulit mulus dan menginginkan cushion untuk dipakai sehari-hari, atau yang mencari cushion dengan finish glowy natural. 

Tertarik untuk mencoba Superface Zoom In Mesh Cushion?
Yuk langsung klik :
Dapatkan harga spesial bagi kalian yang telah membaca blogku ini!


Thanks for sticking up with my review, comment, share, or react below so I'll know what you think! See you~

Sunday, April 26, 2020

(REVIEW) DPC Pink Aura Ampoule Cushion Bahasa Indonesia



Bukan rahasia lagi kalau aku suka banget sama makeup, salah satu produk makeup yang ngga pernah terlepas dariku adalah cushion. Kali ini aku mendapat kesempatan dari Hicharis  dan DPC untuk mencoba salah satu produk cushionnya, yaitu DPC Pink Aura Ampoule Cushion, langsung aja yuk baca terus pendapatku tentang produk ini!.

Bagi yang masih asing, DPC merupakan brand asal Korea Selatan yang bergelut di bidang skincare maupun makeup, DPC sendiri merupakan singkatan yang berarti Dear, Pure, Care. Brand ini memiliki konsep yaitu menyatukan kandungan skincare dengan makeup, dan produk Pink Aura Ampoule Cushion ini merupakan cushion dengan beberapa benefit, yaitu :

- Mengandung 72% essence yang berfungsi untuk melembabkan kulit
- Mengandung antioxidant
- Dapat membuat kulit lebih kencang dan mengurangi tanda penuaan
- Memiliki coverage yang bagus
- Memiliki konsistensi yang baik sehingga dapat menempel di kulit dengan alami.

Menurutku sih klaim cushion ini cukup menarik dan juga wow banget, karena selain mengandung essence yang banyak dia juga dapat mengencangkan wajah dan memilki antioksidan, wajahku sendiri berminyak jadi aku penasaran bagaimana hasilnya kalau memakai cushion ini nanti.

Packaging :



Cushion ini memiliki tema warna yang cukup unik, yaitu ungu tua. Aku sendiri tidak memiliki preferensi warna untuk casing cushion, tapi menurutku cushion ini cukup unik dan memiliki kesan sporty dan cocok untuk kalangan muda, berbeda dengan rangkaian cushion DPC lainnya yang lebih ke arah dewasa dan elegan.



Pada bagian belakang dusnya terdapat keterangan dengan hangul semua, sehingga aku tidak bisa menjelaskan apa aja, tetapi mungkin seperti biasa keterangan di belakang adalah komposisi, cara pakai, klaim, nama dan alamat perusahaan. 


Cushionnya sendiri cukup standar, berbentuk bulat besar dengan berat yang lumayan enteng, yang unik adalah puffnya yang berbentuk teardrop, aku menemukan puff model seperti ini itu pada cushion laneige yang versi baru serta moonshot, mungkin model puff seperti ini sedang ngetren di Korsel sana. Selain puffnya, yang unik lainnya adalah bagian cushion-nya, berbeda dengan cushion lain yang busanya cuma satu warna cushion ini memiliki dua perpaduan warna yaitu beige dan pink, katanya yang beige itu adalah foundienya sedangkan bagian pinknya merupakan ampoule yang berfungsi untuk melembabkan dan memberikan finish dewy di kulit.

Formula 

Konsistensi cushion ini lumayan thick, mungkin karena memang finishnya yang dewy dan fungsinya sebagai melembabkan kulit, ketika aku campur warna pink dan beigenya masih terlihat bedanya tetapi saat diratakan di kulit jadi lebih cerah dan juga glowing, berikut adalah swatch DPC Pink Aura Cushion di tanganku :


Shade yang aku dapet adalah nomor 23, menurutku sih shadenya masih lebih putih daripada kulit asliku yang sawo mateng, hal ini wajar karena shade Korea memang ngga ada yang coklat tapi untungnya ketika diratakan perbedaan warnanya ngga terlalu jauh, jadi masih terlihat natural tanpa dempul.

Impression 

Setelah aku memakai cushion di wajahku, aku merasa kalau wajahku jadi lebih cerah dan mulus, hasil cushion ini dewy jadi di wajahku yang berminyak rasanya agak berat dan meskipun formulanya bagus tapi tetep aja aku ngrasa lama kelamaan kalau foundienya geser, terutama setelah beberapa jam, mungkin hal ini bisa dicegah kalau kulitku kering dan menggunakan bedak untuk ngeset cushionnya. 

Produk ini dapat bertahan selama 4-5 jam di kulitku, tetapi setelah 3 jam aku merasa wajahku jadi sticky dan perlu tancap, setelah lebih dari 5 jam produknya lama kelamaan memudar dan terkesan "hilang", untuk klaimnya yang mengencangkan wajah aku belum melihat perbedaannya, tapi umurku sendiri baru 25 jadi mungkin emang belum terasa. Untuk menghapusnya cukup mudah cuma perlu cleansing milk atau micellar water, tetapi aku biasanya menggunakan double cleansing supaya lebih bersih. Yang aku suka dari DPC Pink Aura Ampoule cushion ini adalah coveragenya yang cukup baik, dapat menutupi jerawat, hiperpigmentasi, maupun bekas jerawat yang kecil-kecil, tetapi untuk bekas yang menghitam atau jerawat merah masih belum bisa, bisa dibilang coveragenya medium. Selain itu, kandungannya ngga membuat wajahku iritasi ataupun tidak nyaman, cuma sekali lagi, karena mengandung ampoule menurutku cushion ini lebih cocok dipakai pemilik kulit kering.


Overal : 3/5
Repurchase? No, mau cari cushion lain buat kulit berminyak

Aku merekomendasikan cushion ini bagi kalian yang memiliki kulit kering maupun sensitif, karena kandungan cushionnya memiliki banyak essence untuk melembabkan kulit dan juga tidak membuat kulit iritasi, untuk shadenya aku sarankan lebih cocok bagi kaliat yang memiliki kulit kuning karena seperti cushion Korea lain, shade yang ditawarkan tidak ada buat pemilik kulit coklat.

Tertarik untuk mencoba cushion ini?
Langsung aja klik ke :
dan dapetin diskon special khusus buat kalian!

Thanks for sticking up with my review, comment, share, or react below so I'll know what you think! See you~

Sunday, March 8, 2020

(REVIEW) WELL LIT 3 DAYS REPAIR CREAM



Pelembab wajah merupakan hal pasti dalam rangkaian skincare ku, jaman now, banyak banget macam dan bentuk pelembab baik lokal maupun luar negeri, aku sendiri masih bingung mencari pelembab wajah yang cucok sama wajahku karena wajahku berminyak dan mudah jerawatan, biasanya kalau pakai pelembab wajahku tambah lengket dan beruntusan. Nah, kali ini aku bakal membahas tentang cream pelembab wajah dari Korea Selatan, yaitu Well Lit 3 Days Repair Cream, yuk langsung aja baca terus pendapatku tentang produk ini!.


Klaim : 
Jadi produk ini merupakan krim dengan fungsi untuk merepair wajah yang kering dan iritasi, kandungan utamanya adala centella asiatica yang ngehits di Korea sana, selain itu krim ini memiliki beberapa klaim seperti :
  • Anti Aging Effect, memiliki kandungan adenosine yang sudah di approve FDA, membantuk mencegah terbentuknya keriput di sekitar mulut dan mata,
  • Change skin texture, memiliki kandungan madecassoid dari centella asiatica memiliki effect calming untuk wajah yang sedang iritasi,
  • Enhance skin elasticity from inside, dengan madecassoside dapat mencegah penuaan dan meningkatkan elastisitas kulit dari dalam,
  • Non-stick formulation, memiliki tekstur yang light dan mudah meresap di kulit,
  • Phase 1, brightening skin tone, dengan kandungan niacinamide dan adenosine dapat membuat wajah semakin cerah dari waktu ke waktu.
Cukup menggiurkan banget kan, kulitku sebenernya ngga kering dan iritasi, tapi aku tertarik sama efek anti aging dan juga brigteningnya, selain itu klaimnya juga tidak lengket dan mudah menyerap cocok untuk kulit berminyak.






Packaging :
Packagingnya menurutku sih simpel banget, dusnya berlatar warna putih dengan font biru dan oranye, terdapat nama produk, logo merk, klaim singkat dan keterangan isi sebanyak 40ml. Sedangkan tubenya cukup ramping dan isinya terasa penuh, dengan desain sama persis dengan box luarnya.





Pada bagian belakang terdapat keterangan dengan bahasa Inggris dan juga Hangul, menurutku ini beneran membantu banget bagi non Korean yang ingin memakai repair cream ini, pada tube belakang kalian bisa mengetahui klaim, komposisi, nama dan alamat perusahaan dan barcode.




Yang cukup unik adalah bagian tutupnya yang mengerucut dan memiliki ulir, hal ini membuat krimnya tidak keluar terlalu banyak dan saat memencet produknya dapat diatur sebanyak apa.

Formula :
Saat aku mencoba mengeluarkan produknya, aku merasa kalau formulanya ngga terlalu thick tapi tetap terasa krim banget, mungkin karena memang krim ini ditujukan untuk pemilik kulit kering yang iritasi, kalau pribadi sih aku lebih suka produk bentuk gel atau watery cream sehingga lebih ringan, berikut adalah swatch nya di tanganku :




Aku sendiri ngga mencium ada wangi apapun, krimnya berwarna putih dan mudah diratakan, untuk dapat menyerap kulitku dengan baik membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit, dan saat sudah menyerap masih terasa kalau kulitku ada "sesuatu" di atasnya, tapi ngga sampai lengket dan mengganggu.


Impression :
Saat aku memakai Well Lit 3 Days Repair Cream ini wajahku aku merasakan wajahku jadi lebih lembab, halus dan juga kenyal, aku sendiri pertama was-was takut pagi harinya beruntusan, ternyata ngga loh! Wajahku biasa aja dan malah efek lembutnya masih terasa setelah cuci muka. Setelah 2 bulan memakai krim ini, manfaat yang bisa kurasakan adalah tekstur wajahku jadi terasa lebih baik, wajahku jadi lebih lembut, jerawat jarang nongkrong di wajahku lama-lama, padahal sebelumnya kalau jerawatan lama banget sampai merah dan bernanah, cuma sayangnya krim ini ngga berpengaruh sama pori-poriku yang besar dan wajahku masih ada merah-merahnya, untuk klaim mencerahkan juga belom terlalu kelihatan.

Oh ya untuk klaim 3 days repair cream, aku sendiri ngga tahu apakah beneran dalam 3 hari itu tekstur kulitku sudah berubah atau tidak, karena efek lembutnya masih terasa di pagi hari, dan juga aku malamnya pakai lagi sehingga tidak tahu apakah beneran dalam 3 hari ato cuma efek sementara yang di build up, tapi yang jelas untuk kulitku yang berminyak ini aku ngrasa setelah pakai krim ini wajahku jadi lebih lembab dan agak berminyak daripada sebelumnya, yah memang lebih cucok buat kulit kering sih krim ini.


Aku merekomendasikan Well Lit 3 Days Repair Cream bagi kalian pemilik kulit kering, kulit sensitif, kulit yang sedang iritasi atau sedang mencari produk dengan kandungan centella asiatisa, kurasa krim ini beneran repairing wajahku sedikit demi sedikit, tapi aku pribadi sih lebih suka krim dengan tekstur lebih ringan untuk kulitku yang berminyak.

Ingin mencoba Well Lit 3 Days Repair Cream sendiri? 
Langsung klik ke :
Ada diskon khusus untuk kalian yang membaca blogku ini, yuk cusss


Thanks for sticking up with my review, comment, react, or share below so I'll know what you think, see you~

Saturday, November 23, 2019

(REVIEW) Madeca21 Tecasol Anti Dust Cleanser

Skincare merupakan step paling penting yang tidak boleh di skip karena berhubungan langsung dengan kondisi wajah kita, salah satu step skincare yang terlihat sepele tapi penting adalah cleansing, ada banyak jenis cleanser mulai dari micellar water, cleansing milk sampai dengan facial wash. Kali ini aku mau kasih tau ke kalian produk cleanser dari Korea Selatan yaitu Madeca21 Tecasol Anti Dust Cleanser! Fungsinya cukup menarik karena berfokus untuk menghilangkan kotoran maupun debu dari aktifitas sehari-hari, yuk langsung aja baca pendapatku tentang produk ini!.



Klaim :

A dense, creamy cleanser that effectively removes dirt and other impurities.

  • Clinically tested to remove fine dust
  • Clinically tested to cleanse UV cream
  • Hypoallergenic tested
Klaim tersebut aku dapat dari deskripsi aslinya, dan menurutku sih produk ini straight forward banget, fungsinya jelas untuk menghilangkan debu dan ampuh untuk membersihkan UV cream, selain itu bahan-bahannya hypoallergenic sehingga bagi kulit sensitif aman dipakai.

Komposisi :

Water, Sodium Cocoyl Isethionate, Glycerin, Sodium Methyl Cocoyl Taurate, Potassium Cocoyl Glycinate, Coco-Betaine, Potassium Cocoate, Sodium Chloride, Potassium Benzoate, Polyquaternium-67, Citric Acid, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil, Pentylene Glycol, 1,2-Hexanediol, Butylene Glycol, Octanediol, Disodium EDTA, Ethylhexylglycerin, Sodium Acetate, Centella Asiatica Extract, Marrubium Vulgare Extarct.

Packaging:



Secara packaging menurutku cukup eye catching dan menarik, bahan tubenya seperti bahannya pasta gigi tapi ngga terlalu kaku, lalu mulai dari font sampai desain menurutku bagus meskipun ngga wow banget sampai orang bakal langsung pengen beli kalau lihat packagingnya.

Produk ini sebenarnya memilki dus dari karton yang mana ngga aku foto, karena desainnya sama persis dengan tubenya, di bagian belakang tube terdapat keterangan dalam hangul, sehingga aku ngga ngerti arti dari informasinya apa, I just really hope produk-produk Korsel bakal lebih memikirkan pasar internasional dan memberikan keterangan bahasa Inggris pada produknya.





Tutup tubenya menggunakan flip cap standarnya facial wash, aku sendiri ngga terlalu suka karena mudah patah dan hilang flip capnya, selain itu kalau misal tutupnya dibiarkan terbuka produk akan keluar sendiri sehingga dapat belepotan, untungnya formula Tecasol anti dust ini ngga terlalu cair.


Formula :



Beralih ke formulanya, saat aku coba keluarkan kesan pertamanya adalah "Wow creamy banget!" Yup, formulanya seperti facial foam yang creamy dan terdapat seperti butiran scrub yang cukup banyak. Setelah dicampur dengan air, busanya lumayan banyak dan satu olesan bisa buat semuka! Jadi hemat banget itungannya. Wanginya sendiri ngga terlalu mengganggu, justru baunya itu seperti herbal dan mint yang segar sekali, tapi bagi yang ga begitu suka wangi seperti ini mungkin akan terganggu.

Produk ini mengunggulkan kandungan Madecassoside, bagi yang belum tahu, madecassoside merupakan bahan yang lagi ngehits di Korea sana karena dari bahan alami (daun pegagan) yang memiliki kandungan untuk mengobati luka, sehingga cocok untuk wajah yang memiliki jerawat atau bekas jerawat, selain itu kandungannya juga cocok bagi pemilik kulit kering, karena bisa menjaga kelembaban wajah. Aku sendiri telah mencoba beberapa produk dengan campuran madecassoside dan biasa aja, semoga produk ini beneran cocok di wajahku.

Impression :

Pertama aku akan menunjukkan apakah produk Tecasol Anti Dust ini dapat menghapus makeup dengan sempurna, after all, produk ini termasuk cleanser sehingga kehebatannya dalam membersihkan wajah haruslah bagus dong. Berikut adalah hasil percobaan di tanganku :


kiri : sebelum, kanan : sesudah

Pada gambar di atas ada dua yaitu yang kiri adalah makeup sebelum diberi Madeca21 Tecasol Anti Dust Cleanser, sedangkan yang kanan sesudah.. Bisa dilihat kalau cleanser ini cukup bagus dalam menghapus makeup, meskipun beberapa masih terlihat belom hilang sepenuhnya, seperti maskara waterproof, eyeliner waterproof, highlighter dan matte lipcream.


hasil outdoor


Impressionku setelah mencoba produk Madeca21 ini wajahku jadi terasa bersih banget dan yang aku suka itu bersihnya ngga sampai terasa ketarik atau kering, jadi masih pas bersihnya. Selain itu wajahku terlihat lebih cerah dan halus, sayangnya scrubnya terlalu besar dan kasar untukku, jadi bagi kalian pemilik kulit sensitif atau lagi jerawatan sehingga mudah iritasi aku sarankan cukup mengambil produk sebesar biji jagung untuk seluruh wajah, setelah itu saat menggosok jangan sampai terlalu keras, cukup pelan-pelan aja hasilnya udah bersih kok.


Sayangnya selain fungsi membersihkan aku ngga merasa kandungannya membantu bekas jerawat hilang maupun mencerahkan wajah secara permanen, tapi aku ngga ambil pusing sih karena fungsi utama Tecasol Anti Dust Cleanser adalah membersihkan wajah dari debu dan makeup.


Overal : 4/5
Repurchase? Maybe Yes (stok cleanserku masih banyaaakk sekali)

Aku merekomendasikan produk ini bagi kalian yang tinggal di kota atau yang berkendara dengan transportasi umum atau motor, sehingga membutuhkan produk yang a,mpuh membersihkan makeup dan debu. Menurutku produk ini cocok untuk segala jenis wajah karena kandungan madecassoside itu cocok untuk semua, tetapi bagi kalian yang memiliki wajah sensitif atau lagi berjerawat parah aku sarankan untuk mengambil produknya sedikit aja dan dipijat dengan lembut sehingga ngga tambah iritasi.

Tertarik untuk nyobain Madeca21 Tecasol Anti Dust Cleanser?
Kalian bisa cek ke sini :

Wednesday, June 12, 2019

(REVIEW) Charis Madecassoside Cica Cream + Mask

Halooo semuaa, kembali lagi dengan postingan perbeautyan ku. Kali ini aku bakal membahas tentang mask sheet dan juga krim pelembab terbaru dari Charis!


Bagi yang kurang familiar, Charis sebenarnya adalah platform review + e-commerce khusus k-beauty yang merknya masih baru, jadi mereka ngga menjual merk roadshop seperti Innisfree, Etude, Faceshop dll tapi menjual produk SNS (dipasarkan di Internet/medsos Korea), selain itu mereka juga membuka kesempatan bagi beauty influencer untuk mereview dan mempromosikan produk-produk tersebut. Aku sendiri terpilih menjadi salah satu influencernya dan kali ini mendapat paket dari Charis sendiri,yup, Charis sekarang juga memiliki brand skincarenya sendiri.

Isi paketnya adalah :

- Charis Madecassoside Cica Mask (5 sheets)
- Charis Madecassoside Cica Cream (100gr)
- Charis Madecassosie Cica Cream (50gr)

Apa sih Madecassoside/Cica itu?

Mungkin masih banyak orang Indonesia yang belom ngeh tentang kandungan yang lagi ngehits di Korea ini, berbeda dengan skincare dari western dan lokal, Korea memang lebih terkenal dengan kandungannya yang mencegah daripada mengobati, kalaupun mengobati itu bukan mengobati secara harafiah tapi lebih meningkatkan daya tahan kulit sehingga akan sembuh sendiri. Nah, si Cica ini berasal dari tanaman Centella Asiatica, yaitu tanaman perdu yang banyak ditemukan di Asia. Klaimnya sih tanaman ini ampuh untuk mempercepat penyembuhan luka makanya cocok banget buat yang ingin menyembuhkan jerawat maupun bekasnya.

Sedangkan madecassoside sendiri adalah salah satu komponen dari Centella Asiatica yang berfungsi untuk memperkuat barrier kulit, setiap kulit manusia memiliki barrier yang berfungsi untuk melindungi kulit dari berbagai polusi, bakteri dan juga kuman yang menempel di wajah, tapi karena jaman now banyak banget polusi dan juga udara udah ngga se seger dulu akhirnya barrier wajah semakin menipis dan akhirnya banyak kulit yang mengalami jerawat, kusam, dll. Nah kalau kita memakai madecassoside ini berarti kita memperkuat barrier wajah, secara ngga langsung wajah kita nanti lebih kenyal, lembab, halus, dan juga sehat, makanya madecassoside ini lagi ngehits banget, selain bahannya alami, efeknya juga memperkuat jaringat kulit dari dalam sehingga hasilnya bisa buat semua tipe kulit dan jangka panjang.

Nah, sekarang aku bakal membahas satu-satu produk-produk ini, yuk langsung aja baca!

Charis Madecassoside Cica Mask (5 sheets)


Packaging : packaging dari mask sheet ini berbentuk box biasa, desainnya minimalis dengan latar warna putih an font hijau, menurutku sih untuk rangkaian skincare cocok karena menimbulkan kesan bersih dan juga modern.


Saat dibuka, kita akan mendapat 5 pcs sheet mask madecassoside dengan desain yang sama dengan boxnya. 


Pada bagian belakang terdapat keterangan dalam bahasa Inggris dan Korea, yang berisikan klaim, komposisi, kandungan aktif, nama perusahaan dan juga barcode.

Formula :

Maskernya sendiri berwarna putih dengan essence yang lumayan banyak, bahan katunnya juga ngga kasar tapi juga ngga tipis. Essencenya sendiri berbeda dengan kebanyakan essence mask sheet lain, warnany ngga bening, tapi pure white, jadi putih seperti susu, teksturnya agak cair tapi masih terasa kentalnya essence. Wanginya menurutku biasa, cenderung kurang enak sih tapi ngga menyengat dan mengganggu saat ditempel di wajah.


Impression :

Saat aku memakai mask sheet ini, aku ngerasa kalau ukurannya terlalu lebar buatku terutama di bagian mata dan mulut, tapi saat dipakai emang nyaman dan ngga membuat kulitku iritasi dan gatal-gatal. 


Setelah memakai mask sheet dari Charis ini wajahku terasa lebih halus, lembut, lembab dan lebih cerah. Meskipun essencenya terbilang agak thick untungnya masih bisa meresap di kulitku yang oily meskipun harus menunggu sekitar 15 menit. Yang bikin aku suka banget sama produk ini adalah efeknya yang ngga langsung hilang kalau kita membilas wajah pada pagi hari, jadi kalau aku pakai malam hari, keesokan harinya wajahku tetap terasa lembab dan cerah sampai besok malam, jadi sekitar 24 jam. Hal ini berguna banget bagi yang membutuhkan kondisi kulit prima untuk acara-acara, jadi ngga harus ribet pakai mask sheet beberapa jam sebelom acara, kemaren malam saat skincare routine aja udah cukup.

Overall : 4/5
Repurchase? Yes


Aku merekomendasikan Charis Madecassoside Cica Mask ini bagi semua tipe kulit, terutama kulit sensitif yang membutuhkan bahan-bahan alami untuk skincarenya dan juga kulit berjerawat karena dapat mempercepat penyembuhan jerawat.

Charis Madecassoside Cica Mask


Sekarang beralih ke cica creamnya, Charis merilis krim ini dengan dua ukuran, yaitu ukuran kecil 50gr dan besar 100gr, aku mendapat keduanya, dan udah ngecek ngga ada perbedaan kandungan dan fungsi jadi memang beda di ukuran aja.

Packaging :

Sama seperti mask sheetnya, desainnya minimalis dan terlihat bersih dengan latar putih dan font berwarna hijau. 


Pada bagian belakang  terdapat keterangan yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Korea sama seperti sheet masknya, untuk ukuran kecil maupun besar tidak ada perbedaan packaging.


Untuk tubenya, menurutku tubenya seperti tube salep jerawat yang ada di apotek cuma lebih bagus dan fancy. Model tutupnya model ulir dengan mulut tube yang menurutku ngga terlalu besar jadi produk ngga mudah tumpah.

Formula :

Kesan pertama saat aku mengeluarkan produknya adalah warnanya putih mirip salep cuma teksturnya lebih creamy dan mudah diratakan, yang unik adalah wanginya yang mirip dengan wangi jahe, karena aku suka jahe jadi menurutku ini merupakan nilai plus. Berikut adalah hasil sebelum dan sesudah memakai Charis Madecassoside Cica Mask di tangan :

kiri : sebelum diratakan, kanan : sesudah diratakan

Hasilnya di tangan terlihat kalau agak lembab dan juga ada sedikti efek glowing, cuma ngga lama karena setelah meresap betul di kulit efek glowingnya hilang.

Impression : Kesanku saat memakai cica cream ini positif, karena ngga terlalu thick maupun berat untuk kulitku yang berminyak, mudah diserap dan juga wajah terasa lebih lembab, halus, dan cerah setelah memakai. Tapi aku perhatikan kalau misal terlalu banyak memakai krimnya pada pagi hari wajahku akan ada beruntusannya, jadi aku sarankan sih bagi pemilik kulit berminyak pakainya tipis-tipis aja. Sejauh ini tidak ada reaksi alergi, tetapi keliatannya sih di aku madecassoside ini ada purgingnya soalnya muncul jerawat kecil-kecil yang ngga sakit setelah aku pakai beberapa hari.

Overall : 3.5/5
Repurchase? Maybe

Aku merekomendasikan produk ini bagi semua jenis kulit, meskipun lebih cocok dipakai untuk yang kulit sensitif dan kering karena memang ampuh banget buat melembabkan. 


Tertarik dengan produk-produk ini? 
Kalian bisa dapatkan di : 


Ada diskon khusus dariku loh!

Thank you for sticking up with my review, comment, react, or share below so I'll know what you think! See you~

Sunday, April 28, 2019

(REVIEW) Seolreim Cosmetic Blooming Cell Dual Effect Mask



Haiii semuaaaa!! Kembali lagi denganku di sini, sudah lumayan lama sejak menapaki 2019 dan ngga terasa udah mau pertengahan taun aja, nah dari taun ke taun wajahku ini tetep aja berminyak dan mudah berjerawat, selama ini aku udah nyetok mask sheet khusus acne prone dan aku pakai kalau wajah udah terlihat mulai "goyang" alias tanda-tanda mau jerawatan, salah satu mask sheet bagus yang aku coba adalah dari Seolreim Cosmetic, dengan mask sheetnya Blooming Cell Dual Effect Mask.

Klaim :

Ada 3 varian masker yang bisa dicoba, yaitu Blue, Red & Green, nah aku pilih yang Green yang memiliki fungsi untuk : mengontrol sebum, soothing, dan moisture.

Size : 35 x 5 pcs

Packaging :

Menurutku desain boxnya standar mask sheet ya, kotak tapi dengan gambar jar bertema medical.

Saat dibuka ukuran packaging maskernya mayan gede dan desainnya hampir sama seperti boxnya, cuma bahan bungkusnya ngga plastik glossy seperti merk-merk lain, tapi malah seperti kertas doff yang tebal dan kokoh banget.



Pada bagian belakang terdapat keterangan yang semuanya ditulis dalam hangul, tapi ada gambar cara pemakaian dan juga seperti penjelasan kandungan di dalam masker.

Formula :

Formula essence dari mask sheet ini lumayan bagus, karena ngga terlalu kental dan cenderung agak cair, warnanya putih susu dan banyaaakk banget, hampir separuh dari bungkusnya itu berisi essence. Selain itu menurutku essencenya mudah diserap di kulitku yang oily dan ngga membuat wajah menjadi lengket. Sayang aku kurang suka sama wanginya yang agak seperti obat tapi dicampur dengan floral, menurutku sih ngga cocok aja, seharusnya kalau floral ya floral aja, tapi mungkin karena konsep brandnya yang medical/dermatologist modern jadi wanginya menyesuaikan.

Impression :

Pikiranku saat pertama memakai adalah, bahan maskernya yang tebel banget dan juga terbuat dari pure cotton, berbeda dengan brand-brand lain yang justru berlomba untuk membuat mask sheet tipis dan ringan, Seolreim ini lebih ingin membuat produk yang memang intense banget dengan kandungan essence nya yang banyak dan maskernya yang tebel sehingga lebih banyak essence yang bisa terserap. Sayangnya sih ukurannya masih kebesaran di wajahku dan bagian mata dan hidung terlalu lebar.


Butuh waktu cukup lama sampai mask sheet ini kering, bahkan setelah aku pakai selama 30 menit di ruangan ber-AC makernya masih basah dan saat aku peras, essencenya masih ada banyak, biasanya sih kalau essence kebanyakan gini aku pakai juga untuk tangan dan kakiku biar terhidrasi juga. 

Setelah memakai, aku merasa wajahku super lembab, glowing, halus, dan juga lebih cerah. Apakah pengaruh sama jerawat? menurutku sih masker ini membantu untuk calming jerawatku cuma ngga banyak, sedangkan kalau jerawat yang merah ngga ada matanya ngga ngaruh, apa karena aku kalau pakai mask sheet selalu kupijat dan kutepuk pakai tangan ya? Anyway, meskipun kurang bisa calming jerawat tapi beneran soothing wajah, apalagi kalau wajah pas capek seharian pakai makeup pakai masker ini pasti wajah jadi segar.

Overall : 3/5
Repurchase? Maybe

Aku merekomendasikan Seolreim Blooming Cell Dual Effect Mask ini bagi kalian yang lagi cari mask sheet dengan essence yang banyak, atau juga yang btuh intense hydration dan soothing wajah apapun jenis kulit kalian karena essence nya ngga terlalu kental bagiku yang memiliki kulit oily dan acne prone.

Thanks for sticking up with my review, comment, share, or react below so I'll know what you think! See you~